MERELAKAN MU SEUTUHNYA SUDAH PILIHANKU
MERELAKAN MU SEUTUHNYA SUDAH PILIHANKU
( WULAN VERONIKA SAMOSIR )
Meski tak akan mudah, merelakanmu aku akan selalu berusaha mencoba. Merelakanmu tanpa harus membencimu sama sekali. Merelakanmu tanpa harus melupaknmu.Setiap hal yang tergenggam barangkali memang harus dilepaskan. Meski kita selalu yakin dia yang terbaik. Tapi nyatanya tak selalu menjadi yang terpantas. Memaksakan diri menahan dia agar tidak pergi hanya akan membuatku lelah saja. Tak bergun, dan kau pun tidak akan pernah memilih untuk kembali. Kamu tetap melangkah pergi meninggalkan aku. Dan aku tidak akan pernah menahanmu kembali. Sebab yang sunguh-sungguh tidak akan pergi begitu saja dengan mudah. Aku berusaha untuk tidak menyesali apapun yang aku pernah perjuangkan untukmu. Meski hanya lelah yang aku dapat. Meski aku kecewa pada akhirnya.
Tak apa,semua yang pernah aku perjuangkan, semua yang pernah aku berikan, anggaplah sebagai suatu pembuktian bahwa aku sungguh-sungguh mencintaimu. Tak pernah berniat mempermainkanmu. Biarlah kenangan kita menjadikanku lebih baik untuk bertemu seseorang yang lebih baik, dan kamu bertemu seseorang yang menurutmu terbaik. Seseorang yang memberikanmu perhatian yang cukup, seseraong yang tak memiliki kekurangan dimatamu, seseorang yang tak pernah melakukan suatu kesalahan, seseorang yang tidak seperti aku yang mencinatimu dengan masih banyak kekurangan.
Biarlah aku belajar memperbaiki diri untuk seseorang yang lebih pantas aku perjuangkan. Seseorag yang tidak hanya ingin dimengerti tapi juga ingin belajar mengerti. Yang tidak hanya ingin diperjuangkan, tapi juga ingin memperjuangkan. Melepas untuk seseorang yang lebih pantas, adalah salah satu harapan yang sedang aku upayakan, Mengikhlaskan setiap lelah, setelah begitu rumit mencintai yang salah. Setelah memilih menyudahi. Satu hal yang tak perlu kamu pikirkan adalah memikirkan ku kembali. Biarkan rindu ini menyiksaku. Biarkan penyesalan menyakitimu. Suatu saat nanti, kamu pun akan tersadar bahwa aku adalah seseorang yang mencintai mu dengan sangat baik. Hanya saja waktu itu kamu ingin mencintai seseorang yang lebih baik.
Kau tak kan pernah puas, meski aku mencintaimu hampir saja menjadi seseorang pemelas. Tak ada orang yang akan menyempurnakanmu, tanpa kamu belajar menerima kekurangan orang lain. Tak ada orang yang akan membuatmu merasa cukup, tanpa kau mulai tanpa arti sebuah bersyukur. Merindukanmu sewajarnya, mengingatmu seperlunya, dan merelakanmu seutuhnya. Aku yakin aku pasti mampu merelakanmu. Menjadikan sebuah penjara yang membuatku tidak bebas. Tak seharusnya aku berharap pada hati yang sudah membuatku merasa tak berharga, dan sudah seharusnya merelakanmu adalah caraku menghargai dirku sendiri.


Komentar
Posting Komentar